Para Lulusan SKD CPNS 2018 Mengugat Pempan Rp. 3,9 M

Para Lulusan SKD CPNS 2018 Mengugat Pempan Rp. 3,9 M

Para Lulusan SKD CPNS 2018 Mengugat Pempan Rp. 3,9 M

Dilansir dari CnnIndonesia.com_ Sedikitnya 261 lulusan Seleksi Kompetensi Dasar ( SKD) Calon pegawai negeri Sipil (CPNS) tahun lalu mendaftakan gugatan ganti rugi sebesar Rp.3,9 Miliar ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Pada Senin (2/9).

Gugatan itu disampaikan kepala Menteri Pemberdayagunaan Aparatur negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB) karena para lulusan gagal diangkat menjadi PNS, gugatan dengan nomor register  perkara 729/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Sel  itu juga menuntut keadilan dari ketua DPR RI Kepala Kepegawaian Negara sebagai turut tergugat.

Ayah seorang lulusan SKD, Suwarto, yang juga sebagai salah satu pengugat mengatakan pihaknya berharap pemerintah  bisa segera memberikan afirmasi kebijakan kepada para lulusan SKD CPNS 2018 yang sudah memenuhi syarat pada Permenpan nomor 37 tahun 2018.

"dah sangat panjang mulai januari hingga terlaksananya rapat kerja komisi II DPR RI, dengan kemepan RB yang menguruskan untuk diberikan afirmasi, karena memang ada seleksi. Kesimpulannya disimpulkan ada seleksi yang tidak adil, sehingga layak unutk diberikan afirmasi, sehingga menjadi CPNS 2019," kata swarto di PN Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, kuasa hukum Forum Komunikasi Lulusan SKD seleksi CPNS 2018, Pitra Romadoni mengatakan ada total 261 lulusan yang memberikan kuasa untuk mengugat dari total 28.534 lulusan yang dirugikan.

Pitra Kemudian menjelaskan seleksi tidak adil yang disimpulkan itu berasal dari dugaan standar ganda dalam penetapan kelulusan dan pengangkatan tersebut.

Menurut Pita ada dua peraturan dalam penetapan dan pengangkatan CPNS tersebut. Para lulusan yang mengugat itu telah menyatakan memenuhi passing grade dan prosedur yang di atur Permenpan-RB Nomor 37 tahun 2018. Namun pemerintah mengeluarkan Permenpan nomor 61 Tahun 2018 pada November lalu.

Dengan permanpan nomor 61 yang mengatur passing grade menjadi lebih rendah, mereka yang belumnya tidak lulus berdasarkan permenpan nomor 37 menjadi lulus dan mengurangi peluang lulusan sebelumnya untuk diangkat menjadi CPNS.

"Ini kan kita kayak pertandingan katakanlah pertandingan tinju atau boxing tiba-tiba dia sudah latihan tinju pakai tangan, tiba-tiba si tengah jalan ada aturan baru enggak boleh pakai tangan. Pakai kaki, " Kata Pitra.

Menurut Pitra, penerbitan peraturan baru itu semestinya hanya digunakan untuk kebutuhan formasi CPNS jika tidak ada lulusan atau kekurangan lulusan SKD dari Permenpan RB Nomor 37.

"Saya itu awalnya sudah lulus SKD dengan nilai 354 , statusnya P1. Sebelum ada permen nomor 61. kita itu diatur kepindahannya di surat edaran di permen 36,37. Ditengah jalan pemerintah itu membangkitkan lagi yang sudah gugur gitu dengan nilai passing ggrade 298, saya 354," Jelas pengugatan lainnya Mifta Adita Wulandari.

Pita mengatakan para pengugat menuntut agar diberikan keadilan oleh pemerintah. termasuk juga kepada presiden Jokowi.

Ia juga menyayangkan kemenpan yang tidak kunjung menjawab secara tertulis somasi yang telah disampaikan pihak pengugat sebanyak tiga kali. Menurutnya, kemenpan hanya menjawab secara lisan dan tidak menawarkan solusi bagi para lulusan SKD CPNS.

"Yang kita terima itu mereka menawarkan solusi kepada para CPNS ini tidak usah mengikuti SKD lagi dan akan mengikuti tahap berikutnya pada seleksi CPNS yang akan datang. Sekarang pertanyaanya mereka kan sudah sesuai Permenpan Nomor 37 tahun 201 pegangan mereka itu, ' Pungkasnya

Sumber berita : CnnIndonesia.com

0 Response to "Para Lulusan SKD CPNS 2018 Mengugat Pempan Rp. 3,9 M"

Post a Comment

Silahkan Berkomentar Sesuai Isi Artikel...!!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel